Senin, 27 April 2015

Aku dan Semesta

Filled under:

halo, saya wahfi, salam kenal semuanya dan semesta adalah ciptaan Allah yang sangat kompleks. sudah itu saja. terima kasih sudah menyempatkan membaca tread yang biasa ini

follow my ig : @wahfiyudin .

Orang baik pastinya :)

Posted By wahfiSenin, April 27, 2015

Dan aku mulai memahami ini

Filled under:




Aku adalah badai yang membawa seribu jarum.
engkau tegak berdiri, dengan tangan terlentang menantang aku.
sadarkah engkau dengan kain sutra itu, tak akan manpu menaklukkan aku.
aku adalah magma yang selalu menunggu, tubuhku terbelenggu,
sedang rantai waktuku hanya setipis kulitmu.
tahukah engkau, lembut senyum mu tak akan manpu mendinginkan aku. 
aku adalah matahari,membakar apa saja.
kau menjelma ikarus.
dengan sayap bulu elang bertambatkan lilin.
terbang menuju aku.
sadarkah engkau, mendekati aku adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu..........
kau diam.
sejenak kau berbisik:
aku adalah ikarus berbaju sutra yang tersenyum pada engkau pada angkuh dan kesendirianmu.
aku adalah waktu yang membebaskanmu.
karena aku mencintaimu....

indrapuri 30 okt 14

Posted By UnknownSenin, April 27, 2015

Jumat, 16 Januari 2015

Produk Pemutih dan Saya

Filled under:



Beberapa hari yang lalu saya terlibat percakapan absurd dengan kakak-kakak berkulit putih dan berwajah manis penjual produk pemutih wajah. Saya baru menghabiskan setengah cangkir kopi saya saat itu.
“Bang, ini produk baru… biar kulitnya putih, atau bisa jadi hadiah buat pacarnya..”“Get kak, Teurimong genaseh, pajan pajan teuma beuh…”
Percakapan pendek dan simple itu saya golongkan absurd. Karena saya adalah seorang lelaki, tidak ada kewajiban sosial bagi saya untuk berkulit putih. Dan hadiah buat pacar? Mengapa pula saya harus membuat pacar saya berkulit putih? 

Saya sekilas melirik ke merek produk tersebut, tidak begitu familiar dan saya menyimpulkan bahwa ini produk baru yang sedang promo atau produk MLM yang di jual secara manual tanpa melibatkan embel embel bonus dan ranking (atau memang MLM entahlah). Keyakinan saya bertambah ketika saya mengingat ngingat tidak pernah melihat merek ini di iklan televisi maupun di surat kabar.

Saya mengaduk kopi saya, warnanya hitam pekat. Menyeruputnya pelan.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada produk yang di tawarkan kepada saya, saya tiba tiba teringat kepada kepada produk pemutih wajah lain yang iklannya ada di media. Para produsen produk kecantikan khususnya pemutih wajah, semakin lama semakin licik. Cara mereka beriklan pun semakin cerdik. Putihnya kulit di hubung-hubungkan dengan peluang mendapatkan cinta sejati, dengan putihnya hati nurani, dengan kebahagiaan, sampai dengan perebutan jodoh dalam 7 hari !

Dan apa yang terjadi dengan yang kulitnya kurang putih? Alamak… mereka di gambarkan murung, tidak mendapatkan perhatian yang cukup, dan selalu di abaikan sang pujaan hati alias tidak bahagia, sedangkan mereka yang berhasil putih tersenyum sumringah, mendapatkan perhatian, di puji sang pujaan atau singkatnya lebih bahagia.

Membayangkan iklan iklan tersebut, saya mengorek ngorek hidung dan ingatan saya, pernahkan saya mengalami moment dimana saya melihat seseorang ditinggalkan karena kurang putih? Atau pernahkan saya sendiri misalnya, menentukan pasangan saya berdasarkan kadar kecerahan kulit mereka?. Jujur, wanita dengan kulit putih memang lebih menarik, tapi untuk menjadi pasangan hidup bagi saya adalah kenyamana, kecocokan dan kepaduan hati dan jiwa, sesuatu yang tidak bisa di visualkan maupun di verbalkan.

Dan entah dari mana saya tau, bahwa para bintang di iklan pemutih itu memang sudah dari lahir berkulit putih-cerah, di tambah efek make-up dan serba serbi editing-lighting yang membuat siapa saja bisa terlihat seperti apa saja sesuai kemauan sang produser. Dan entah dari mana saya tau bahwa jikapun ada wanita yang membaca tulisan ini mereka akan tetap berlomba lomba untuk terus mengikuti standar cantik masyarakat, di luar batas dari logika mereka.

mereka akan berkata saya munafik. Bahwa perempuan berkulit lebih putih akan lebih mudah mendapatkan pasangan, saya akan menyerapahi mereka jika bahkan sudah punya pasangan, mereka tidak akan henti hentinya berdandan, ke salon dan memutihkan kulit. Pasangan sudah di dapat kok repot? Buat siapa?. Mungkinkah memang sudah kodratnya ?

Mungkin saya terlampau naif, bicara kodrat sudah melibatkan hukum ilmiah memetika dan genetika wanita yang wewenang ilmiahnya tidak saya punya, saya tidak paham sama sekali tentang memetika dan genetika. Bahkan di SMA saya ambil jurusan IPS.

Sebagai mahasiswa Sosiologi, saya hanya tau masyarakat adalah system mutlak yang menghalalkan segala untuk mempertahankan eksistensinya. Eksistensi yang merupakan main quest manusia adalah : Kelangsungan Hidup dan Replikasi diri. Mungkin saja, bagi kaum hawa quest tersebut diterjemahkan sebagai kompetisi keamanan dan kepastian bagi dirinya dan keturunannya.. atau di singkat : menjadi yang terkuat agar berpeluang besar meneruskan keturunan, hmmm.. 

Tafsiran ‘kuat’ tentu saja berkembang dari masa ke masa. Jika ‘Kuat’ di zaman batu di artikan cerdik dan tangkas serta mampu menghadapi ancaman predator dan ‘Cantik’ diartikan subur dan mampu beranak banyak, maka ‘Kuat’ di zaman sekarang adalah kepemilikan asset dan jaminan finansial, ‘Cantik’ adalah berdada-pinggul besar, berkulit putih, berdandan seksi, cerdas, dan seterusnya. Inti nya tetaplah sama : Keamanan dan Keberlangsungan Hidup.

Ah, barangkali ini lah mengapa manusia menjadi makhluk paradoks. Manusia adalah konflik yang berjalan di atas dua kaki, dari sejak bangun tidur hingga tidur kembali..



-

Posted By UnknownJumat, Januari 16, 2015

Ketika Saya Ditanya Kapan Selesai Kuliah

Filled under:

“Bang, Kuphi saboh..”
“Oh droen lagoe, kiban? Kaleuh kuliah ?”
“….”



Dalam kehidupan individu, saya tidak luput dari himpitan harapan lingkungan sekitar saya, seringkali terasa sangat berat untuk bernafas bebas dari expektasi orang lain, apakah dalam bentuk norma, nilai, aturan maupun kondisi sosial yang mengikat saya. Percakapan di atas adalah salah satu serpihan kecil bagaimana lingkungan mempengaruhi kemerdekaan saya.

Mungkin terlalu berlebihan menganggap sapaan basa-basi itu sebagai 'himpitan' dan ancaman bagi kemerdekaan saya, bahkan secara bijak bisa di nilai sebagai motivasi dan simpati. pelaku basa-basi itu sekalipun tidak pernah tau dimana saya kuliah dan apa yang saya lakukan dengan kuliah saya. namun demikianlah saudaraku, masyarakat dan lingkungan sudah terintegrasi interaksi-simbolis-mekanis yang semakin canggih dengan nilai individu, sehingga beberapa orang mungkin akan menolak untuk ber'konflik' dengan hal tersebut dan memilih untuk diam.

Secara sadar saya telah terpenjara, benar benar sadar sampai saya sudah menganggap penjara ini sebagai rumah. Dan kebebasan hanyalah ilusi dan fatamorgana di padang pasir ketidakbecusan saya melawan beban tersebut. Ditengah keputus-asaan, saya mencoba akan menghibur diri dengan menghaluskan istilah terpenjara sebagai “kebebasan yang bertanggung jawab”. Agar saya tidak lagi mengenang kebodohan dan kelemahan sejati saya di hadapan berjuta expektasi dan ekspresi.

Ada sebagian orang berpendapat tentang seberapa penting nilai kemerdekaan pribadi,, dan saya hanya membayangkan pertanyaan ini seperti menebak nebak mana yang lebih dulu, telur atau ayam. Di satu sisi saya tau bahwa kemerdekaan pribadi adalah hal yang abstrak dan ilusif, hampir utopis. Namun di sisi lain saya menyadari kemerdekaan pribadi adalah kebebasan berexpresi bebas dari bayang bayang penjara sosial yang mungkin akan membawa pribadi saya ke dimensi baru yang lebih baik. Pada pendewasaan yang lebih matang.


Namun sejatinya apakah telur dulu atau ayam dulu? Ketidakpastian dilematis ini membawa saya pada kenyataan bahwa ketidakmampuan hidup secara total, Pikiran, sikap dan pendapat akhirnya akan terparut oleh kelayakan sosial. 

Posted By UnknownJumat, Januari 16, 2015

Jumat, 16 Mei 2014

Apa yang sebenarnya saya tonton?

Filled under:




Tipikal Artis Indonesia : Bikin Masalah - Curhat di media - Lapor Polisi - Sewa pengacara - Curhat lagi di media - masuk penjara - Curhat lagi... - keluar penjara - Curhat lagi.

dan tidak perlu jenius untuk tau bahwa air mata dan sendu sedan itu cuma akting, cuma rekayasa belaka, fiktif !!

dan kita dengan bloon-nya menonton, menunggu, penasaran, dan menunggu berita terbaru dari artis tersebut yang saya berani sumpah amat sangat tidak penting.

tidak sadarkah kita? waktu kita yang berharga telah di habiskan untuk sesuatu yang benar benar tidak penting?

Semua menerima, bahwa kenyataanya Televisi kita tidaklah terlalu banyak stasiunnya, kalau mau dapat banyak channel, mestilah berlangganan TV kabel. bagi rakyat biasa macam saya, berpuas puaslah dengan antenna UHF dan 6 Channel. apa yang saya alami, di alami oleh sekian juta orang di indonesia (pemirsa TV indonesia 30% dari 220juta). tapi tidak semua menerima ide tentang bobroknya tayangan televisi kita.

Apa yang saya dapat dari Televisi sungguh tidak berbanding lurus dengan uang yang saya habiskan. Televisi saya, polytron cembung seharga 700ribu dan antennta UHF tidak bermerek seharga 110ribu. 810k for nonsense ! 810ribu untuk mendengar artis merengek di media, untuk tau bedak apa yang dia pakai? harga sepatunya? warna favorite nya atau dengan apa dia akan makan malam ini, pakai sendok atau garpu? Bah ! 

saya merasa terdzalimi. saya ingin berontak, tapi pada siapa? stasiun TV itu punya swasta, bukan negeri. sudah lazim di bangsa ini kalau apa apa yang swasta bisa sesuka udel yang punya. saya rakyat jelata tak berharta melihat lihat saja, kalaupun sesekali dongkol, haruslah cukup di obati dengan sabar, kalaupun masih mendongkol, bergunjing saja di blog.

saya percaya, generasi yang baik itu di bangun oleh lingkungan yang baik. dan lingkungan yang baik memberikan nilai nilai yang sejalan dengan norma adat dan norma agama. sebagai bangsa timur, yang kental dengan tradisionalitas dan alergi sedikit pada modernitas, saya yakin apa yang di tayangkan di televisi kita adalah kolesterol yang di tumpuk di pembuluh pikiran generasi muda sekarang, sekarang tidaklah kentara, tunggu saja waktunya. generasi masa depan bangsa akan di jangkiti stroke ! lumpuh karakter, miskin moral !  

dan apa yang terjadi sekarang adalah betapa kita sudah tertipu dan mau dengan mudahnya di sesaki oleh program yang hanya menjual sensualitas tanpa kualitas ! program pembodohan berlabelkan hiburan kemudian di sanjung sanjung sebagai program unggulan hasil sertifikasi keluaran juara dari ajang pemilihan program televisi, yang sungguh, ajang pemilihan tersebut tidak lebih baik sama sekali.

Sering sekali saya mendengar cuap cuap produser eksekutif sebuah program televisi yang kena petisi. katanya rating acaranya selalu nomor satu, isi acaranya juga bagus, bagi bagi duit ke penonton dan memberikan hiburan dengan mendatangkan artis artis dan penyanyi. dan lagi, jika andrea hirata tidak percaya pada tukang pos dan tukang reparasi televisi, maka saya tidak percaya pada produser eksekutif.

rating nomor satu. siapa yang merating?. stasiun TV nya.
bagi duit ke penonton? saya lebih melihat ini sebagai eksploitasi kemiskinan, penonton yang di bayar 50 ribu rela mukanya di arang dan di masukkan kedalam wadah berisi air es. kemudian para host akan mencari kekurangan fisiknya untuk di jadikan lucu lucuan. dan ironis, seluruh penonton tertawa. seluruh indonesia tertawa...

itu hanyalah satu dari sekian program tidak mendidik yang kita miliki,dan kita tonton setiap malam. 

plep !

Posted By UnknownJumat, Mei 16, 2014

Sabtu, 08 Februari 2014

Indonesian Idol : Kapitalisme, Intrik dan Kita

Filled under:




Saya bukan pemerhati musik, apalagi mengerti seluk beluk musik. Saya adalah sebagian besar masyarakat Indonesia yang memilih menjadi penikmat dan menikmati hasil karya cipta musik dibandingkan bersusah payah mengarang lagu atau belajar memainkan instrument.

Menikmati music bisa di tunjukkan dengan berbagai cara dan yang paling sering saya lakukan akhir akhir ini adalah menonton program pencarian bakat INDONESIAN IDOL 2014 yang di tayangkan Freemantle media bekerja sama dengan RCTI, dan semakin membuat menarik karena salah satu kontestan berasal dari Aceh, Vierzha (24), pria semampai berambut gondrong, tampilan old school tapi memiliki suara unik khas rocker, mirip mirip vocalisnya Band Creed.

Saya barangkali memang tidak terlalu peduli dengan akal akalan freemantle dan RCTI yang berusaha meraup untuk sebanyak banyaknya dari SMS vote untuk kontestan, tapi karena berhubung blog saya sudah lama tidak posting, maka saya coba mengingat-ngingat, menyadur-nyadur fakta, fenomena, dan konstruksi sosial ajang pencarian bakat INDONESIAN IDOL

Manusia adalah makhluk penuntut dan penyangkal, mengingkari lebih mudah daripada menerima. Maka pertama saya akan membeberkan hal hal yang menurut saya “ganjil”.

#Juri

Saya yakin banyak yang sependapat dengan saya kalau saya katakan para juri di INDONESIAN IDOL super sangat Melloow, demi apa misalnya juri mengorek ngorek kehidupan para kontestan, kemudian terlarut menangis nangis berurai air mata dalam cerita sampai akhirnya lupa pada “kepayahan dan ketidakmaksimalan” kontestan. Mau contoh ? Ihsan dan Aris ! sejelek jeleknya penampilan mereka pasti tidak akan di kritik.  Sebenarnya ini INDONESIAN IDOL atau JALINAN KASIH ?!

Ini adalah ajang mencari penyanyi. Tapi para juri juga seringkali menilai kualitas fisik dari kontestan, saya masih welcome dengan kritik terhadap pemilihan busana atau style, tapi fisik ? well.. fisik memang menunjang karir seseorang, kita semua tau, tapi itu bukan alasan untuk menjudge kontestan dengan kata kata seperti “ Delon, jangan pikir modal tampang doang bisa menang” atau kepada mike yang bertubuh tambun nan buncit “ ternyata kamu bisa jogged juga ya”. Ketika komentar ini di utarakan, seluruh penonton tertawa, pemirsa di rumah tertawa, seluruh Indonesia tertawa. Menertawakan kebodohan dirinya sendiri.

Oke, saya juga tertawa...

Selain itu, para juri yang super super ini, sok sok-an menilai kemauan pasar, sok sok mengerti konsep ekonomi demand dan value yang orang ekonomi aja sampai muntah muntah buat menganalisa. Karena sedemikian fluktuatifnya selera pasar, sebegitu subjectifnya. Tapi dengan bermodalkan label “juri” mereka tiba tiba ber-evolusi dari “musisi” kepada “pretending bachelor of economic scientist” !, Juri harus paham, menempatkan pasar sebagai ukuran tertinggi berkesenian adalah dosa kreativitas. Pasar adalah setan penggoda iman berkesenian, dan kontestan tak boleh dilihat sebagai komoditas.

#Voting dan SMS

RAKYAT Indonesia tentu tidak tau, seperti klaim MC-MC Indonesian Idol. Tak ada orang luar tahu, juga juri & kontestan, berapa sms yang diraih sampai seorang kontestan harus terus atau pulang.

Tak ada transparansi. Seperti tahayul, di mana orang tak merasa perlu menemukan kebenaran. Yang ada hanyalah klaim sepihak, si A lolos dan si B tidak. Silakan percaya dan diterima, tak ada pilihan lain.

Tentang penerapan tarif dan berapa hasil yang didapat oleh content providernya tergantung dari ketentuaan dan kesepakatan yang dengan pihak operator. Tetapi yang jelas, untuk layanan SMS ini, operator akan menyisihkan atau menetapkan biaya bearer sebelum jumlah bagi hasil ditentukan. Misalnya tarif layanannya adalah Rp. 2000,- yang aakan didapatkan oleh content provider adalah Rp.2000,- dikurang biaya beare (SMS) sesuai ketentuan yaitu Rp.350,- sisanya adalah Rp.1650,- lalu dibagi sesuai dengan porsi bagi hasilnya. Jika aturannya adalah fifty-fifty maka baik penyedia layanaan maupun operator akan mendapatkan Rp.825,- per SMS. (wikipedia). Jika pemirsa TV Indonesia adalah 30%, dari 22 juta penduduk Indonesia? Maka keuntungan yang di peroleh oleh pihak Freemantle dan RCTI adalah sebesar… hmm.. ya, pasti jumlah yang sangat besar.

freemantle hanya berusaha mendapatkan keuntungan sebesar besarnya dengan mengatur mana kontestan yang berpotensi menarik lebih banyak SMS. Bagaimana cara membuat masyarakat Indonesia mau membuang Rp, 2000 Pulsanya untuk sesuatu yang tidak terlihat? Gampang ! jual saja isu daerah, jual saja cerita pribadi kontestan, maka Share tayang akan melambung selaras dengan profit yang diraih. maka wajar saja indonesian IDOl sudah memasuki season 8 !

#MC

Apa ada yang aneh dengan MC? Ternyata MC ini lebih berkuasa di bandingkan dewan juri, sebagaimanapun kritik dan komentar yang di serapahi juri, dengan mudah dapat di mensoh-kan oleh MC, dengan kalimat super keramat dari season 1 sampai season 8 sekarang

“Juri boleh mengatakan apa saja, tapi keputusan di tangan Anda “

Menakut nakuti sekaligus memberikan harapan. Sangat Kapitalistik.


 Taruhan :
  • akan ada kontestan yang mengumbar kisah kisah pilu hidupnya yang layak di jual untuk di tukar dengan Vote SMS
  • Akan ada kontestan yang mendapatkan Vote terendah, lalu di selamatkan oleh juri dengan hak veto, kemudian kontestan ini kemungkinan besar akan masuk dalam 3 besar.
  • Tidak akan ada penayangan jumlah SMS Voting
  • Perhatikan kamera, semakin banyak “shoot” kamera ke arah pendukung salah satu kontestan, maka kontestan tersebut sudah  “disetting” Freemantle & RCTI untuk menang. Paling tidak 2 besar.

Posted By UnknownSabtu, Februari 08, 2014

Minggu, 27 Oktober 2013

Sekali Sekali Mahasiswa memang perlu di Gampar !

Filled under: ,,




I made Andi Arsana adalah seorang dosen yang baru baru ini menghebohkan jagad raya dunia maya dengan tulisan pedasnya terhadap mahasiswa. tulisan tulisan ini tidak berbentuk karya tulis ilmiah ataupun essay, hanya saduran yang di EYD-kan dari kultwit kultwit beliau.
saya juga sempat di buat kaget dengan "tamparan" yang di berikan pak Made, nyatanya memang sebagian saya alami sendiri sebagai mahasiswa, dan jujur saya merasa sangat malu pada diri saya sendiri. demikian karena saya tidak ingin malu sendiri, maka saya bagikan pula tamparan sayang dari seorang dosen terhadap mahasiswanya, cekidot ! ups.. check it out..! hehehe


Sekali Sekali Mahasiswa memang Perlu di Gampar 

  1. Kamu ingin dapat beasiswa S2 ke luar negeri nanti? Pastikan IP di atas 3 dan TOEFL di atas 500! Merasa tidak pinter? BELAJAR!
  2. Empat atau lima tahun lagi kamu bisa sekolah S2 di luar negeri dengan beasiswa. Itu kalau kamu tidak cumatwitteran saja sampai lulus nanti.
  3. Kamu tidak akan bisa S2 di luar negeri karena akan ditolak profesor kalau nulis email formal saja tidak bisaAlay itu tidak keren, tidak usah bangga!
  4. Tidak usah tanya tips cara menghubungi professor di luar negeri kalau kirim email ke dosen sendiri saja kamu belum bisa. Hey, ganti dulu akun niennna_catique@gmail.com itu!
  5. Tidak usah ikut meledek Vicky, kamu saja tidak tahu kapan harus pakai tanda tanya, tanda seru, tanda titik, spasi, huruf besar, huruf kecil di email kok!
  6. Mana bisa diterima di perusahaan multinasional biarpun IP tinggi kalau nulis email saja lupa salam pembuka dan penutup :)
  7. Sok mengkritik kebijakan UN segala, dari cara menulis email saja kelihatannya kamu tidak lulus Bahasa Indonesia kok. Tidak usah gaya!
  8. Bayangkan kalau kamu harus menulis email ke pimpinan sebuah perusahaan besar. Apa gaya bahasa email kamu yang sekarang itu sudah sesuai? Jangan-jangan bosnya tertawa!
  9. Apapun bidang ilmu kamu, akhirnya kamu akan berhubungan dg MANUSIA yang beda umur dan latar belakangnya. Belajar komunikasi yang baik. Jangan bangga jadi alay!
  10. Bangga bisa software dan gunakan alat-alat canggih? Suatu saat kamu harus yakinkan MANUSIA akan skill itu. Belajar komunikasi dengan bahasa manusia biasa!
  11. Kamu orang teknik dan hanya peduli skil teknis? Kamu salah besar! Nanti kamu akan jual skil itu pada MANUSIA, bukan pada mesin!
  12. Kamu kira orang teknik hanya ngobrol sama mesin dan alat? Kamu harus yakinkan pengambil kebijakan suatu saat nanti dan mereka itu manusia. Belajar ngomong samamanusia!
  13. Malas basa-basi sama orang yang tidak dikenal? Enam tahun lagi kamu diutus kantor untuk presentasi sama klien yang tidak kamu kenal. Belajar!
  14. Malas belajar bikin presentasi? Lima thn lagi bos kamu datang dengan segepok bahan, “saya tunggu file presentasinya besok!”
  15. Kamu orang sosial dan malas belajar hal-hal kecil di komputer? Lima tahun lagi bos kamu datang bertanya “cara membesarkan huruf di Ms Word dengan shortcut gimana ya?’ Mau nyengir?
  16. Mahasiswa senior, jangan bangga bisa membully Mahasiswa baru, tujuh tahun lagi kamu diinterview sama dia saat pindah kerja ke perusahaan yang lebih bagus :)
  17. Mahasiswa senior, keren rasanya ditakuti Mahasiswa baru? JANGAN! Urusan kalian nanti bersaing sama orang-orang ASEAN dan Dunia. Bisa bikin mereka takut tidak?
  18. Bangga bisa demo untuk mengundurkan jadwal ujian karena kamu tidak siap? Kamu itu mahasiswa negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, masa’ urusannya cetek-cetekbegitu sih?!
  19. Tidak usah lah sok hebat demo nyuruh SBY berani sama Amerika kalau kamu diskusisama mahasiswa Singapura saja tergagap-gagap :)
  20. Tidak perlu lah teriak-teriak “jangan tergantung pada barat” jika kamu belum bisa tidur kalau tidak ada BB dekat bantal :)
  21. Tentara kita tidak takut sama tentara Malaysia kalau kamu bisa kalahkan mahasiswa Malaysia debat ilmiah dlm forum di Amerika!
  22. Tidak perlu beretorika menentang korupsi kalau kamu masih nitip absen sama teman saat demo antikorupsi!
  23. Boleh kampanye “jangan tergantung pada barat” tapi jangan kampanye di Twitter, Facebook, BBM, Path dan Email! Memangnya itu buatan Madiun?!
  24. Kalau file laporan praktikum masih ngopi dari kakak kelas dan hanya ganti tanggal, tidak usah teriak anti korupsi ya Boss!
  25. Minder karena merasa dari kampung, tidak kaya, tidak gaul? Lima tahun lagi kamu bisa S2 di negara maju karena IP, TOEFL dan kemampuan kepemimpinan. Bukan karena kaya dan gaul!
  26. Pejabat kadang membuat kebijakan tanpa riset serius. Sama seperti mahasiswa yang membuat tugas dalam semalam hanya modal Wikipedia :)
  27. DPR kadang studi banding untuk jalan-jalan doang. Sama seperti mahasiswa yang tidak serius saat kunjungan ke industri lalu nyontek laporan sama temannya :)
  28. Pejabat kadang menggelapkan uang rakyat. Sama seperti mahasiswa yang melihat bahan di internet lalu disalin di papernya tanpa menyebutkan sumbernya.
  29. Alah, pakai mengkritik kebijakan pemerintah segala, bikin paper saja ngopi file dari senior dan ubah judul, pendahuluan sama font-nya :D
  30. Gimana mau membela kedaulatan bangsa kalau waktu menerima kunjungan mahasiswa asing saja kamu tidak bisa ngomong saat diskusi. Mau pakai bambu runcing? :)
  31. Kalau kamu berteriak “jangan mau ditindas oleh asing”, coba buktikan. Ikuti forum ASEAN atau Dunia dan buktikan di situ kamu bisa bersuara dan didengar!


Posted By UnknownMinggu, Oktober 27, 2013

Minggu, 08 September 2013

Kematian Kecoa

Filled under:

Lebih banyak yang merasa jijik dari pada yang ingin memeliharanya. Balada Kecoa sungguh memilukan dalam hubungannya dengan manusia. Sebagai sesama ciptaan Tuhan, seperti juga Pelangi, Kecoa adalah mahluk hidup yang tangible, ada di mana-mana, berkembang dan berbiak. Tidak seperti Pelangi yang tak dapat dipeluk bahkan kehadirannya pun begantung pada cahaya Mentari dan Sang Hujan untuk membiaskan percikan airnya. 

Terlalu banyak puisi bahkan lagu tentang Pelangi, dan itu berupa pujaan bukan sindiran bahkan. Tentang Kecoa? Belum pernah terdengar. Jika semua yang ada adalah diciptakan dengan tujuan yang disebut misteri, maka Kecoa yang mati di akhir pekan ini adalah duka kehidupan yang menggetarkan dunia dan seisinya. Sebuah duka realita, bukan simbolik. 

Kekuatan Kecoa, sungguh seharusnya menjadi mahaguru manusia yang berakal dalam menyelsakan tugas hidupnya berhidup di kolong langit, bersama Pelangi ciptaan Tuhan, atau Kecoa di lorong kotor nan gulita. (Sel-sel kecoa membelah sekitar sekali seminggu. Maka mereka bersifat sensitif pada radiasi hanya sekitar 48 jam, atau 1/4 minggu. Manusia memiliki darah dan immine stem-cell yang membelah secara konstan. Dengan radiasi bom nuklir, semua manusia akan mati, namun hanya 1/4 dari kecoa yang akan bertahan hidup. Yang menarik, Mythbusters melakukan tes dan ternyata kecoa dapat hidup pada intensitas radiasi 10x yang dibutuhkan untuk membunuh manusia.) 


Jadi apalah kekuatan kita kepada kematian?




Posted By UnknownMinggu, September 08, 2013

Rabu, 04 September 2013

Skripsi ?

Filled under:



Skripsi... ?

Apa ya? Saya lupa.. hehehe

Yap. skripsi adalah karya akhir dari seorang anak manusia yang telah menempa diri dan berkutat dengan buku selama 4-7 tahun di kampus. Skripsi berasal dari kata Script dan Si, Script itu bermakna Kode, dan Si di gunakan untuk menunjukkan kata sebutan.

Skripsi atau yang juga di sebut tugas akhir adalah salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana, isinya adalah hasil penelitian mahasiswa berdasarkan teori di buku dan di cross cek dengan kondisi realita di lapangan.

Seperti juga hal hal lain di dunia, ada senengnya, ada juga susahnya. Skripsi itu susah susah gampang, susahnya dua kali, gampangnya sekali. susah pertama waktu ngajuin proposal, susah kedua waktu revisi/koreksi skripsi. gampangnya kapan? kalo skripsinya udah jadi !

Kadang Ane mikir kalo skripsi itu memiskinkan mahasiswa, tiap hari nge-print, edit, dan revisi tiap bab. ongkos BBM dan lain lain. belom lagi mesti jadi dukun buat ngeramal apakah sang dosen pembimbing bermangkal di kampus atau nggak.  

tapi mau gimanapun, skripsi juga mesti di kerjain kan, udah angkatan tua gini, lagian males juga tiap hari di tanyain " Semester berapa udah ? " , ane cuma bisa mangkir dengan ngejawab " Semester Akhir " . . . :D

Tahun ini pasang target siap skripsi sampe sidang... InsyaAllah. Doain ya Guys.. 





Posted By UnknownRabu, September 04, 2013

Kamis, 04 Juli 2013

Cek Ponsel Kamu, 50 Juta Ponsel Terancam dimatikan Sinyalnya !

Filled under:





Sedikitnya 50 juta ponsel bakal dimatikan sinyalnya setelah Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Kementerian Perdagangan dan sejumlah pimpinan operator telekomunikasi menyepakati pemblokiran IMEI ponsel illegal.

Hal tersebut mengemuka pada rapat yang dipimpin oleh Menteri Perdagangan, Gita Wiryawan, pada Rabu (3/7), bahwa ada sekitar 10 persen hingga 15 persen (sekitar 50 juta ponsel) dari perangkat telekomunikasi yang beredar di Indonesia telah teridentifikasi IMEI yang unlegitimated.

Sebagai informasi, jumlah total perangkat telekomunikasi yang beredar baik di tangan pengguna maupun masih di pergudangan dan atau pertokoan adalah sekitar 500 juta unit. Sedangkan jumlah perangkat telekomunikasi yang nomornya aktif digunakan adalah sekitar 250 juta unit.

Pemblokiran ponsel dengan IMEI illegal tersebut di antaranya didasari atas adanya Peraturan Menteri Perdagangan No. 82/M.DAG/PER/12/2012 tentang Ketentuan Impor Telepon Seluler, Komputer Genggam dan Komputer Tablet.



Menurut Menteri Perdagangan, usulan tersebut karena didasari oleh dampak negatif yang diakibatkan jika peredaran perangkat ilegal masih tetap marak, maka tentu saja berdampak negatif bagi perekonomian.

Di samping itu ada upaya jangka pendek dan jangka panjang. Terhadap berbagai usulan tersebut, Dirjen PPI dan ketiga Direktur Utama penyelenggara telekomunikasi tersebut pada dasarnya setuju dengan catatan ada durasi waktu yang cukup panjang untuk sosialisasi agar tidak menimbulkan dampak sosial bagi masyarakat umum.

Menanggapi hal tersebut, Presdir XL Axiata, Hasnul Suhaimi, mengatakan pihaknya akan mengikuti semua kesepakatan yang dibuat antara Kemendag, Kominfo, dan operator telekomunikasi.

"Kami akan secara bertahap dan tanpa merugikan pelanggan akan menertibkan ponsel dengan IMEI illegal," katanya.

Rencananya, pemblokiran ponsel dengan nomor illegal akan dilaksanakan secara bertahap dalam waktu setahun sejak hari ini 



Buat rakan rakan yang beli HP Blackmarket, mending hati hati deh..
untuk mengetahui nomer seri IMEI ponsel tekan *#06#
silahkan cek IMEI Ponsel rakan di link ini

Cek Keaslian no IMEI

sekian gan, semoga bermanfaat..


Posted By UnknownKamis, Juli 04, 2013

Senin, 01 Juli 2013

Aneuk Nanggroe, Kita kah ?

Filled under: ,

Aceh, Bangsa mulia. Bangsa yang memperjuangkan Syariat Islam. Bangsa yang tidak takut berkorban nyawa demi agama. torehan dan predikat tersebut sudah menjelma dalam setiap benak aneuk nanggroe. Syair Prang sabii adalah lagu sehari hari, Rencong di pinggang dan Alquran di tangan. tak segan segan berlakon pungoe menyerang pos pos penjagaan belanda sendirian, bermodal bambu runcing dan iman di dada. itulah gambaran Aneuk Nanggroe Aceh. Dulu.





Saya mencoba berani membuka mata, melihat anak bangsa sekarang, melihat saya sendiri yang tak pernah absen mengikuti detik demi detik pergantian tahun, hanya untuk menunggu jam menunjukkan tepat pukul 00 : 00  tanggal 1 Januari. atau saya dan Anak anak bangsa yang menabung sebulan demi membeli bantal berbentuk hati berwarna merah muda dan coklat bertulisakan "Happy Valentine" untuk sang pacar.

tapi saya, anak bangsa meugah dan teulebeh ateuh rueng donya ini, jarang sekali terbangun tengah malam untuk ber tahajjud, jarang sekali saya anak bangsa ini berjuang memperoleh kemuliaan lailatul qadr, Jarang sekali anak bangsa ini Bersedeqah, bahkan anak bangsa ini, seringkali lupa pada kewajiban seorang muslim.

Menyambut Ramadhan, saya melihat saya sendiri dan anak anak bangsa, berpesta pora, beriuh riuh di pantai, di kedai kedai, bahkan di halaman rumah kami sendiri. gelak tawa tak terbendung, kami anak bangsa ini berlaku seperti tak akan dapat menikmati "kebebasan" ini nanti ketika kami berpuasa, kami bersembunyi di balik kata " menyambut datangnya ramadhan", kami ingin terlihat seperti orang yang bahagia dengan datangnya Ramadhan. entahlah, apakah kami benar benar bahagia, ataukah kami takut. namun kami lebih takut untuk mengakuinya.


Pantaskah menyebut diri Aneuk Nanggroe? Bijeeh pahlawan?

Anak bangsa, Kita adalah penerus bangsa mulia ini, kita tidak akan menodai tanah yang pernah merah oleh darah para Indatu dan teungku teungku. Tidak akan pernah kita  mengkhianati mereka.

Tidak akan pernah !

Posted By UnknownSenin, Juli 01, 2013

Kamis, 27 Juni 2013

Sebuah Zia Sebuah Cerita

Filled under: ,






" Zia? koq kayak nama cewek ya ? "


Ya demikianlah sodara sodara, pertanyaan semacam itu sudah 1.876 kali ane dengar, mungkin diantara sobat blogger yang nggak kenal ane, pasti nyangkanya ane ne kaum hawa. sama sekali tidak sodara sodara, ane lelaki tulen. sumpah!!


padahal banyak juga cowok yang namanya zia, sebut aja misalnya.. hmm...Zia muntazar (ane), Ziauddin, Ziainuddin, Ziakaria, Ziahruddin... kalo cewek yang namanya zia kan dikit, palingan kalo pake zia, yaa.. Zia Ulfah, Zia Rahmah, Ziana, Zia apaa lagi misalnya..

yang jelas zia itu nama untuk kaum adam, entah kenapa kaum hawa juga ikut ikutan. bikin nyesek aja.

yang paling parah, waktu ane masuk Mtsn 1 Banda Aceh di absennya jenis kelamin ane "P" (perempuan?). WTH pak kepala sekolaahh?!! tega sekali anda menjatuhkan harkat dan martabat kelaki lakian saya di depan ribuan warga ?! apa kata emak bapak saya di kampung?? selama setahun pertama sekolah ane menyandang jenis kelamin "P", kalo ada guru guru ngabsen, pas manggil nama ane liatnya ke barisan cewek. sakit. nyesek, ane patah semangat. ane minta ganti absen, katanya ga boleh, buat menghemat anggran sekolah. 

Pak kepala sekolah, waktu mu sudah habiss, hartamu akan habiss , anak buahmu sudah habiss !! ini kan gaya kamuuu !! kamu akan hancurrr... demi Kii-aaann....**brak brak brak**. 

Pak kepala sekolah. LO- GUE- END !!

Tahun 2009 ane baru bikin FB gan, tau FB.. FB itu Facebook, buat yang belom tau. di situs jejaring sosial ini, ane kembali di buat hancur dan terluka. baru hari kedua ane main Fesbuk, ada cowok, namanya s**f**din, nge-chat ane..

   " Hy, cewek... kenalan dunkz... "


Ane ga bales gan, ane matiin laptop. nangis.


dan ternyata kejadian itu nggak cuma sekali gan, berkali kali, walopun ane udah masang PP yang paling macho sekalipun, tetep aja ada yang tega ngancurin hati ane. dunia emang kejam gan, ga dunia nyata ataupun dunia maya.

mulai detik itu, 

FACEBOOK. LO-GUE-END !!

demikianlah, nama zia ini memberikan sejuta arti dalam sebuah cerita kehidupan ane gan.. tapi ane tetap bersyukur, karena nama ini pemberian orang-tua ane, artinya kereen loh gan, Zia itu artinya  "Cahaya" dan Muntazar itu "yang di tunggu". sedap kan?


Segitu aja gan, makasih yang udah mau mampir, 
Selamat Sore , dan tetap GoBlog !!

Posted By UnknownKamis, Juni 27, 2013

KKN dan sesuatu

Filled under: ,,

Akhirnya nasib mengantarkan ane kemari sobat blogger semua, dari seluruh desa yang termasuk kedalam desa penempatan ane terpilih untuk nga-ka-en di Gampong Baet Mesjid, kecamatan sukamakmur. Kenapa namanya Baet? dan kenapa Mesjid? di namakan baet karena di gampong ini lah dulu **kapannya ga tau** pernah hidup ulama Aceh yang bernama teungku di baet. dan di namakan baet mesjid karena... hmmm, karena ada mesjidnya ! *kamu jenius zia*

Desa baet ini, adalah desa penempa rencong terbesar di Aceh Besar, dan di Aceh, barangkali. hampir semua penduduk baet ngerti, atau paling nggak tau lah proses pembuatan rencong step by step. Menariknya, ilmu menempa rencong di dapatkan secara turun temurun selama beratus ratus tahun. mengapa menjadi menarik? Sobat blogger, Membentuk besi itu nggak sama kayak membentuk lilin. butuh proses dan skill, temperature yang tepat dan keahlian menempa. jika panas api terlalu kuat, api akan mengubah struktur karbon besi sehingga kehilangan daya elastisitas dan menjadi rapuh karena..bla...bla..blaa... **demikian kata rakan satu kelompok, anak teknik..**. Masyarakat baet ini sama sekali tidak tau menau tentang karbon dan sesuatu tentangnya, semua berdasarkan perasaan dan pengalaman. salah satu pande yang ane tanya mengaku mulai membuat rencong sejak usia 12 tahun (buseeett). Para "pande peh sikin" ini menempa rencong tanpa alat alat untuk self- safety, hanya menggunakan tangan hampa.. satu hari, pande ini bisa menghasilkan 2-3 bilah rencong, lengkap dengan gagang dan sarung dari tanduk kerbau.  satu bilah rencong ukuran sedang di hargai 70-90ribu rupiah.

keahlian yang didapat melaui warisan ini juga bisa kita telusuri pada para pembuat kapal ikan di lampulo, pada para pengukir kayu di jepara dan daerah daerah lain di nusantara. bahkan pembuatan pedang terkuat di dunia, katana di jepang yang sampai saat ini belum di ketahui bagaimana penduduk jepang saat itu bisa membuat pedang setajam itu (bisa motong 3 coin logam sekaligus) dengan tekhnologi yang sangat tidak mumpuni pada masa itu. wallahua`lam bissawab.


di KKN ini ane akan berusaha menggali lebih banyak informasi, semoga ane bisa mendapatkan jawaban yang ane cari ini gan...

selamat malam :D dan GoBlog !!


Samurai Jepang jaman Edo

Posted By UnknownKamis, Juni 27, 2013

Jumat, 21 Juni 2013

Inspirasi

Filled under: ,

Saya lagi nggak punya inspirasi buat nulis, entah kemana para inspirasi. hilang bak di telan lumpur lapindo.

dia yang biasa dengan mudah kutemui di tumpukan tugas, koran bekas, toilet, nasi panas, kuburan, lampu merah, kaleng peminta-minta, hujan, asbak, dan toples kuaci. kini se inci batang tubuh pun tak nampak. ah, aku kesepian.

tapi kulihat inspirasi itu tak pernah sepi berada di gedung gedung mewah, di panggung-panggung berkarpet merah. dan sorotan lampu cerah. dan jika sesekali kupanggil, ia pura pura tak melihat, menutup telinga dan berlagak tidak kenal.

mungkinkah ia sudah bisa di bayar, sudah bisa berlangganan perbulan.

" Segeralah Berlangganan inspirasi, perbulan dua juta…bersedia di antar ke rumah " , mungkin begitu ia menjual dirinya.



……fiuh, sinting!

Posted By UnknownJumat, Juni 21, 2013

Matahari diapit dua gunung dan jalan menuju gunung menurut Sosiologi

Salam sahabat Blogger, dan sahabat sosiologi

Waktu saya masih pitik dan dalam masa paling imut dulu di TK sampai SD, saya pernah dapat pelajaran ngegambar sama guru saya di TK. 
" Sekarang kita gambar segitiga ya..." teriak bu guru , saya pun dengan bloonnya ngikutin... . terus kita gambar mataharinya, matahari dimana anak anak ? tanya si guru TK, kami pun koor jawab. . . " di langit buukk..." (dimana lagi emang)
demikian tutorial menggambar saya di TK . hasil karya saya sama temen temen di pampang di dinding,. dan bisa di tebak, hasilnya samaaaa semua. yang ngebedain warna gunung sama warna sawahnya doank. 

Saya yakin sobat sobat juga pernah ngalamin hal semacam itu. but, its relevant. setelah sekian tahun berjalan, kita sudah tidak lagi mempertanyakan ada apa dengan dua gunung runcing yang menjepit matahari serta sawah di seberang jalan dengan rumah absurd di sisi lain.

Kreatifitas di negeri ini. mengkhawatirkan.



beginilah kira kira...


Walaupun nyaris kadaluarsa, Sebagai mahasiswa di bidang sosiologi saya mencoba untuk membedah fenomena ini semampu saya. dalam hal ini saya akan menggunkan pisau bedah terupdate dari Tallcot Parsons. yang sebelumnya di tempa oleh auguste comte dan di asah emile durkheim. yupss. Struktural Fungsional. teori yang paling seram dalam sosiologi (menurut saya). dan teori Interaksionalisme Simbolik.

Teori Struktural Fungsional., di kembangkan dengan mengacu pada analogi organismik tubuh manusia. yang saling mendukung dan membutuhkan organ organ lainnya untuk bekerja. bagian bagian ini punya tugas masing masing untuk membuat sistem menjadi seimbang. sehingga jika ada yang absen jalanin tugas, akan merusak keseimbangan sistem. dalam istilah sosiologi kita sering sebut dengan chaos.

menurut Parson, ada 4 komponen penting dalam teori SF ini. A-G-I-L , Adapt=sistem sosial selalu berubah dan menyesuaikan diri dengan keadaan yang di butuhkan,
Goal Attainment=Tujuan Bersama,
Intergration=Sistem sosial cenderung bertahan pada status equilibrium dan seimbang, dan
Latency= sifat mempertahankan interaksi  yang relatif tetap, dan penyimpangan di respon dengan memperbaharui kesepakatan.

yang terjadi dalam fenomena pendidikan usia dini tersebut adalah injeksi pemikiran yang berorientasi equilibrium,. pelajar takut untuk menunjukkan sisi kreatifitasnya. semuanya di usahakan agar sesuai dengan Buku diktat dan apa yang dicontohkan oleh Guru.

dia tidak dapat menarik kesimpulan sendiri dan lebih banyak meniru bahwa yang banyak adalah yang benar. padahal tidak ada yang salah dan benar dalam menggambar. anak dalam usia ini cenderung tidak berani untuk berkreatifitas dan "berbeda" dari lingkungannya. takut gambarnya di cap jelek dan ketakutan mengeluarkan ide ide tersebut tertanam sampai dewasa-tua.


Secara sederhana, Interaksionalisme simbolik. pertukaran/interaksi dengan cara bertukar simbol simbol yang telah memiliki makna juga terjadi pada fenomena ini. 

yang terjadi dalam fenomena pendidikan usia dini tersebut adalah injeksi pemikiran yang berorientasi equilibrium,. pelajar takut untuk menunjukkan sisi kreatifitasnya. semuanya di usahakan agar sesuai dengan Buku diktat dan apa yang dicontohkan oleh Guru.

dia tidak dapat menarik kesimpulan sendiri dan lebih banyak meniru bahwa yang banyak adalah yang benar. padahal tidak ada yang salah dan benar dalam menggambar. anak dalam usia ini cenderung tidak berani untuk berkreatifitas dan "berbeda" dari lingkungannya. takut gambarnya di cap jelek dan ketakutan mengeluarkan ide ide tersebut tertanam sampai dewasa-tua.

Perspektif interaksi simbolik berusaha memahami perilaku manusia dari sudut pandang subjek. Perspektif ini menyarankan bahwa perilaku manusia harus dilihat sebagai proses yang memungkinkan manusia membentuk dan mengatur perilaku mereka dengan mempertimbangkan ekspektasi orag lain yang menjadi mitra interaksi mereka. 

Anak adalah Subjek dengan guru dan teman temannya sebagai mitra interaksi. expectasi yang muncul ketika menggambar adalah berusaha sama persis dengan apa yang di contohkan oleh guru. pertimbangan ini, membesarkan anak dalam ketakutan keluar dari tempurung. hampir sama dengan bedahan Struktural Fungsional dalam komponen integracy di atas.


Semoga Bermanfaat. Sekian. 
mohon kritik dan sarannya :)


(ZM)

Posted By UnknownJumat, Juni 21, 2013

Untuk sahabat yang sedang seperti aku

Filled under:

Secangkir kopi, dan berbatang tembakau. menemaniku di sudut ruang itu. aku hanya punya dua kerat roti dan sedikit selai strawberry. untuk membantuku melawan rasa lapar dan memberiku tambahan energi untuk menyelesaikan malamku yang tinggal separuh. 
aku tau kawan, tidaklah mudah me-manage waktu. karena waktu tak pernah mau berkompromi dengan kita, satu kali pun. dan aku juga maklum, jika surat ini tak sampai utuh sempat kau baca. aku paham kesibukanmu berkejaran dengan waktu, seperti aku juga. ah... mungkin menurutmu surat ini memang nanti saja aku tulis. buang buang waktu, mungkin demikian cemooh mu.

Tapi entah kenapa sejak kemarin, serumpun kata bertumpuk di benak. Aku ingin berbagi sekelumit renungan yang tiada habisnya kupikirkan.

Ingatkah kau tentang diskusi kita tempo lalu, perihal eksistensi Nietzche, dan Kiekergard? Kini aku bersyukur sempat mengenal buah pikiran mereka. Aku juga bersyukur sempat mendengar pendapat Al-Ghazali, serta Iqbal dari para guru dan kiai.

Kawan, mungkin kau ingat, bagaimana Kierkegaard membagi strata pemikiran dan orientasi hidup manusia dalam tiga kelompok. Estetis, Etis dan Religius. Ya, ada benarnya kupikir, kalau melihat bagaimana kita menjalani hidup.Estetika, adalah salah satu bagian orientasi kehidupan manusia. Tuhan memberikan hasrat bagi manusia, sehingga kita bisa merasakan keindahan, selera dan perasaan. Estetika lah yang melahirkan karya karya besar. memberikan eksistensi luar biasa pada Da Vinci, Beethoven, sampai Michael Angelo. lumrah saja kita senang pada alunan suara yang merdu, dan pada keelokan rupa. jangan lah heran pada Don Juan yang senang mencicipi wanita wanita cantik di sepanjang hidupnya, atau pada Madonna yang merasa nyaman dengan berganti ganti pasangan. mereka punya hasrat yang menginjeksi tindakannya,. sebagai bagian dari eksistensi mereka, yang memuja estetika adalah para pemburu hasrat hasrat sesaat itu. namun, hati nurani memang tak bisa di bohongi. spesifikasi fitrah dalam tubuh manusia telah menjalankan peradaban manusia untuk mengevaluasi hal hal seperti itu. maka muncullah kelompok untuk membendungnya.

 Etis, Maka hadirlah kelompok ke dua ini, yang cenderung kaku pada konsepsi ideal. Kelompok eksist ini tak kan bisa menerima pemuasan hasrat tak etis. Terlebih jika idealisme mereka (estetis) terlalu mengawang, dan tak dibumbui nilai-nilai etis. Moral adalah hal yang paling mendominasi kelompok ini, tak ada nilai tawar pada sebuah ke etisan. apapun resikonya.Lalu, di samping persetruan dua kelompok itu, ada satu kelompok orientasi lagi yang di sebut kiekergaard. kelompok ini cenderung terobsesi untuk mendekati nilai-nilai ketuhanan, mengabdi pada titah-titah suci, yang diyakini membawa kebaikan. ini lah orientasi spiritual, religiusitas. nilai nilai trancedent yang mungkin masih terlalu jauh untuk ku pahami.Bahkan setelah Ku telusuri Rumi, dan ku jelajahi Al hallaj, bahkan membawaku kepada Nietzche.
Lantas dimana aku memilih mengelompokkan diri? lagi-lagi pertanyaan tak penting yang mungkin tak ingin kau ketahui.
Aku ingin mengolaborasikan itu semua dalam diriku. Dan aku mulai sadari selama ini, pergulatanku di tiga wilayah tersebut belum pernah tuntas secara istiqomah.
Aku mencoba tetap berpegang pada nilai-nilai etis, tanpa mengabaikan pentingnya estetika. Dan aku ingin memasrahkan semua ini pada Tuhan. 
Tuhan yang manakah? Kau tentu kan bertanya demikian. Sebab kita pernah sepakat bahwa Tuhan dalam konsep, memiliki sifat yang beragam. Dan dalam praktik, tuhan kerap menjelma dalam hal-hal remeh yang berjuta bentuknya.

Kita tahu, dalam praktik, tuhan menjelma dalam uang, kadang juga merupa dalam diri wanita cantik, dalam sebuah jabatan dan ketenaran, atau bahkan ia merasuk dalam logika. Ya, kita sering tak sadar mempertuhankan mereka..Ah.

nah kawan, Kopiku sudah habis, Rotiku tinggal sekerat lagi, dan hanya secuil selai strawberry. maukah kau membantuku dengan pertanyaan ini? selagi aku makan sisa roti ini.. 




(zm)
Banda Aceh Tengahmalam 

Posted By UnknownJumat, Juni 21, 2013

Bicaramu di Cermin

Filled under:

SUDAH sekian waktu kita tak saling bertemu
rindu selalu saja menjadi bumbu untuk hidangan malamku

di kamar berwarna mirip hati ini
aku menyusun wajahmu di pantulan cermin
lalu ku raut sejumput syair berhantu
sambil menunggu hadir senyum lembutmu

dari cermin itu, kau bicara ;

"...jemu, puisimu membusuk di kamarku
dari itu, ke itu dan itu-itu saja."

bukankah pada mawar sudah mengajarkamu tentang ini
untuk menunjukkan indah kelopak itu sementara
lalu yang tersisa, hanya duri dan kerontang
kering daun yang mengharap tanah mau menerimanya?

"...sesal terbesarku adalah mengenalmu dan sebising
rayumu yang sudah tak mempan, sudah tak sampai"

di tanah yang menumbuhkan bunga itu.
apakah dia akan menerima kembali durhaka kelopak mawar
ketika daun-daun itu menghilang ke tanah
apakah ia di terima atau malah sedang di hancurkan? 

Bukankah bunga-adalah-kata? Di kebun rahasia
jemari cantik berukiran lembut menilik
setangkai kata, sepatah bunga. Dia berkata :

"...seharusnya aku tak hidup di petak bumi bagian ini
penat sekali setiap hari di sesaki wajah dan huruf-hurufmu"


di kamar berwarna mirip hati ini
aku memandang wajahmu di pantulan cermin

sajakku,  tak selesai selesai...




banda aceh
10 januari 2011

Posted By UnknownJumat, Juni 21, 2013